Pdt. Budi Asali M.Div.


(Kepala Dept. Theologia Golgota Ministry)

Kompl. Rungkut Megah Raya Blok D No. 16 Surabaya

(7064-1331 / 6050-1331)

buas22@yahoo.com

III) Intermediate state.

 

1) Doktrin Gereja Roma Katolik tentang keadaan dan tempat dari jiwa setelah kematian.

 

a) Limbus Patrum dan Limbus Infantum.

 

1. LIMBUS (= tepi / pinggiran) menunjuk pada 2 tempat yang ada di tepi / pinggiran neraka.

 

2. Limbus Patrum = tempat penahanan orang2 kudus jaman PL sampai kebangkitan Kristus.

 

3. Limbus Infantum = tempat dari bayi-bayi yang mati tanpa dibaptiskan.

 

Yoh 3:5 - “Jawab Yesus: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah”.

 

Hoeksema: Merupakan doktrin Roma Katolik bahwa tanpa sakramen baptisan, yang dilakukan oleh gereja, tidak seorangpun bisa masuk ke dalam kerajaan surga) - ‘Reformed Dogmatics’, hal 763.

 

L Berkhof: sementara mereka dilarang masuk ke surga, mereka dibuang ke suatu tempat pada pinggiran dari neraka, dimana apinya yang mengerikan itu tidak mencapainya. Mereka tinggal di tempat ini selama2nya tanpa pengharapan untuk dibebaskan. ... mereka tidak menderita hukuman yang bersifat positif, tidak ada rasa sakit, tetapi hanya dikeluarkan dari berkat2 surga. Mereka mengenal dan mengasihi Allah oleh penggunaan kekuatan alamiah mereka, dan mempunyai kebahagiaan alamiah yang penuh.

 

b) Purgatory / api penyucian (Katolik).

 

1. Ada orang-orang yang langsung masuk ke neraka, yaitu:

 

·        Orang yang tidak dibaptis / tidak berhubungan dengan gereja.

 

·        Orang yang sudah dibaptis tetapi yang lalu melakukan mortal sin (= dosa besar / mematikan).

 

2. Ada orang-orang yang langsung masuk surga, yaitu orang percaya yang sempurna.

Contoh: Rasul Paulus (Fil 1:21,23).

 

3. Ada orang-orang yang akan pergi ke api penyucian, yaitu orang percaya yang tidak sempurna, dan ini merupakan kondisi dari orang-orang percaya pada umumnya!

 

Ajaran Gereja Roma Katolik berkenaan dengan api penyucian:

 

a. Api penyucian bukanlah tempat pencobaan / ujian, tetapi tempat dimana jiwa-jiwa yang nantinya pasti akan masuk surga, tetapi belum siap untuk hal itu, disucikan dan dipersiapkan supaya bisa masuk surga.

 

b. Lamanya seseorang berada dalam api penyucian itu, dan juga tingkat penderitaan / rasa sakit yang ia alami, tergantung dari tingkat penyucian yang ia butuhkan.

 

c. Penderitaan dalam api penyucian.

Dalam api penyucian itu jiwa-jiwa ini terpisah dari Allah, dan betul-betul mengalami rasa sakit. Penderitaan dalam api penyucian ini sangat hebat, tidak berbeda dengan dalam neraka.

 

Rasa sakit dari api penyucian itu sangat hebat, melebihi apapun yang dialami / dirasakan dalam hidup ini.

 

Menurut Bapa2 kudus dari Gereja, api dari api penyucian tidak berbeda dengan api dari neraka, kecuali dalam hal lamanya / waktunya. ‘Itu adalah api yang sama’, kata orang suci yang bernama Thomas Aquinas, ‘yang menyiksa orang jahat /  orang yang ditetapkan untuk binasa dalam neraka, dan orang benar dalam api penyucian. Rasa sakit yang paling kecil di api penyucian’, katanya, ‘melebihi penderitaan yang paling besar dalam hidup ini’. Tidak ada sesuatu apapun kecuali lamanya yang kekal yang membuat api neraka lebih mengerikan / dahsyat dari pada api dari api penyucian.

 

d. Lamanya seseorang berada dalam api penyucian.

 

Sama sekali tidak ada keraguan bahwa dalam kasus2 tertentu rasa sakit itu berlangsung untuk berabad2.

 

e. Hak Paus dan pastor atas api penyucian.

 

f.  Lamanya bisa diperpendek, dan tingkat penderitaannya bisa dikurangi, oleh:

 

·        doa2 dan perbuatan2 baik dari orang2 yang masih hidup.

 

Pemberian uang.

 

L Boettner: Doktrin api penyucian kadang2 disebut sebagai ‘tambang emas keimaman’ karena itu merupakan sumber penghasilan yang menguntungkan.

 

Pengadaan misa.

 

L Boettner: Orang Irlandia mempunyai pepatah: ‘Uang besar, misa besar; uang kecil, misa kecil; tidak ada uang, tidak ada misa’.

 

Doa pastor.

 

Surat pengampunan dosa (letter of indulgence).

 

Surat pengampunan dosa ini mulai ada pada tahun 1190.

 

Menjelang Reformasi surat pengampunan dosa ini dijual.

 

Pada saat koin berdenting di kotak kolekte, saat itu jiwa meloncat dari api penyucian.

 

Ini direstui oleh Council of Trent pada tahun 1593.

 

g. Dasar Kitab Suci doktrin api penyucian ini:

 

·        2Makabe 12:38-45 - “(38) Kemudian Yudas mengumpulkan bala tentaranya dan pergilah ia ke kota Adulam. Mereka tiba pada hari yang ke tujuh. Maka mereka menyucikan diri menurut adat dan merayakan hari Sabat di situ. (39) Pada hari berikutnya waktu hal itu menjadi perlu pergilah anak buah Yudas untuk membawa pulang jenazah orang2 yang gugur dengan maksud untuk bersama dengan kaum kerabat mereka mengebumikan jenazah2 itu di pekuburan nenek moyang. (40) Astaga, pada tiap2 orang yang mati itu mereka temukan di bawah jubahnya sebuah jimat dari berhala2 kota Yamnia. Dan ini dilarang bagi orang2 Yahudi oleh hukum Taurat. Maka menjadi jelaslah bagi semua orang mengapa orang2 itu gugur. (41) Lalu semua memuliakan tindakan TUHAN, Hakim yang adil, yang menyatakan apa yang tersembunyi. (42) Merekapun lalu mohon dan minta, semoga dosa yang telah dilakukan itu dihapus semuanya. Tetapi Yudas yang berbudi luhur memperingatkan khalayak ramai, supaya memelihara diri tanpa dosa, justru oleh karena telah mereka saksikan dengan mata kepala sendiri apa yang sudah terjadi oleh sebab dosa orang2 yang gugur itu. (43) Kemudian dikumpulkannya uang ditengah2 pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan korban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan. (44) Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang2 yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang2 mati. Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka”.

 

Jawab:

*       Ini termasuk dalam Apocrypha / Deuterokanonika.

 

1Yoh 5:16 - “Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberi hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan bahwa ia harus berdoa.

 

*       2Makabe 12:38-45 tidak berkata apa-apa tentang api penyucian.

 

*       Mengapa dari text seperti itu mereka menyimpulkan bahwa ada tempat di antara surga dan neraka? Mengapa tidak ditafsirkan bahwa Yudas itu memberikan ajaran sesat / melakukan praktek yang sesat?

 

*       Menurut ajaran Roma Katolik sendiri orang-orang yang mempunyai jimat seperti dalam 2Makabe itu, akan langsung masuk neraka, karena ini termasuk mortal sin (= dosa besar / mematikan).

 

·        4 text Kitab Suci yaitu:

 

*       Yes 4:4 - “apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah2nya dengan roh yang mengadili dan yang membakar.

 

*       Mikha 7:8-9 - “(8) Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. (9) Aku akan memikul kemarahan TUHAN, sebab aku telah berdosa kepadaNya, sampai Ia memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku, membawa aku ke dalam terang, sehingga aku mengalami keadilanNya”.

 

*       Zakh 9:11 - “Mengenai engkau, oleh karena darah perjanjianKu dengan engkau, Aku akan melepaskan orang2 tahananmu dari lobang yang tidak berair”.

 

*       Mal 3:2-3 - “(2) Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatanganNya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. (3) Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang2 yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN”.

 

Yes 4:2-6 - “(2) Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput. (3) Dan orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup, (4) apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar. (5) Maka TUHAN akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion dan di atas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan TUHAN sebagai tudung (6) dan sebagai pondok tempat bernaung pada waktu siang terhadap panas terik dan sebagai perlindungan dan persembunyian terhadap angin ribut dan hujan”.

 

Mikha 7:7-10 - “(7) Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku! (8) Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. (9) Aku akan memikul kemarahan TUHAN, sebab aku telah berdosa kepadaNya, sampai Ia memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku, membawa aku ke dalam terang, sehingga aku mengalami keadilanNya. (10) Musuhku akan melihatnya dan dengan malu ia akan menutupi mukanya, dia yang berkata kepadaku: ‘Di mana TUHAN, Allahmu?’ Mataku akan memandangi dia; sekarang ia diinjak-injak seperti lumpur di jalan”.

 

Zakh 9:11-12 - (11) Mengenai engkau, oleh karena darah perjanjianKu dengan engkau, Aku akan melepaskan orang-orang tahananmu dari lobang yang tidak berair. (12) Kembalilah ke kota bentengmu, hai orang tahanan yang penuh harapan! Pada hari ini juga Aku memberitahukan: Aku akan memberi ganti kepadamu dua kali lipat!”.

 

Mal 3:2-4 - (2) Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatanganNya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. (3) Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang2 yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. (4) Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari2 dahulu kala dan seperti tahun2 yang sudah2”.

 

·        Mat 12:32 - “Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak”.

 

·        1Kor 3:13-15 - “(13) sekali kelak pekerjaan masing2 orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing2 orang akan diuji oleh api itu. (14) Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. (15) Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api”.

 

·        1Kor 15:29 - “Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang2 yang dibaptis bagi (Yunani: HUPER) orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang2 yang telah meninggal?”.

 

Jawab:

 

Macam-macam penafsiran tentang ayat ini:

*       Dalam ayat ini Paulus menunjuk pada praktek baptisan terhadap seseorang sebagai wakil dari orang yang sudah mati, yang tidak sempat dibaptis.

 

*       Ayat ini menunjuk pada praktek untuk membaptis seseorang di atas kuburan para martir, untuk menyatakan iman pada kebangkitan orang mati.

 

*       Calvin beranggapan bahwa kata HUPER bisa diartikan ‘as’ (= seperti / sebagai) dan karena itu ia menganggap bahwa ayat ini menunjuk pada praktek baptisan terhadap orang yang sakit dan hampir mati.

 

*       Ada yang beranggapan bahwa kata-kata ‘orang mati’ menunjuk pada ‘tubuh kita yang fana ini’.

 

*       Ada juga yang beranggapan bahwa kata-kata ‘orang mati’ menunjuk kepada Kristus.

 

*       Ada lagi penafsir yang menafsirkan bahwa kata ‘baptis’ menunjuk pada ‘penderitaan’. Bdk. Mark 10:38 dan Luk 12:50.

 

Apapun arti dari ayat ini, yang jelas, Paulus menggunakannya sebagai argumentasi untuk mendukung adanya kebangkitan orang mati. Karena itu, jelas bahwa ayat ini sama sekali tidak berurusan dengan api penyucian.

 

·        Yudas 22-23: “(22) Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, (23) selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa”.

 

Berkhof: Tetapi sangat jelas bahwa text2 ini bisa dijadikan dasar untuk mendukung doktrin api penyucian hanya dengan exegesis yang sangat dipaksakan. Doktrin ini secara mutlak tidak mempunyai dukungan dalam Kitab Suci.

 

Doktrin api penyucian ini juga berlandaskan pada ajaran2 lain yang sebagai tidak Alkitabiah seperti:

 

Gereja / Paus mempunyai kuasa yang mutlak dalam menyelamatkan seseorang dari api penyucian.

 

Manusia bisa hidup sedemikian rupa sehingga melampaui tingkat kesucian yang dituntut oleh Allah. Ini >< banyak ayat, seperti Yes 64:6, yang mengatakan bahwa segala kesalehan kami seperti kain kotor’.

 

Perbuatan baik kita betul-betul berjasa dalam penyelamatan diri kita sendiri. Ini bertentangan dengan Ef 2:8-9 dan banyak ayat lain yang menekankan keselamatan karena iman saja, sama sekali bukan karena perbuatan baik.

 

Tidak cukupnya penebusan yang dilakukan oleh Kristus bagi dosa-dosa kita sehingga harus kita tambahi sendiri. Ini bertentangan dengan kata-kata ‘Sudah selesai’ di atas kayu salib (Yoh 19:30).

 

Doktrin tentang api penyucian ini juga >< cerita tentang penjahat yang bertobat di kayu salib, yang oleh Yesus dikatakan masuk Firdaus / surga (Luk 23:43), bukan neraka ataupun api penyucian.

-bersambung-

 -AMIN-


Email: gkri_golgota@yahoo.com